Senin, 06 Juni 2011

PERLENGKAPAN SENJATA ROHANI




PERLENGKAPAN SENJATA ROHANI
Ketika Tuhan mulai memposisikan kita untuk ada di garis depan, dengan kuasa iman yang supranatural dan tanda-tanda ajaib yang menyertai, dengan hikmat dan kreativitas, dan dengan roh terobosan, secara otomatis kita diposisikan untuk berhadapan langsung dengan penguasa-penguasa angkasa. Untuk itu kita perlu mempersiapkan hidup kita, agar apapun yang akan terjadi pada hari-hari ke depan, ketika Tuhan mulai memakai hidup kita untuk memanifestasikan kuasa dan kemuliaan-Nya, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi atas kita. Selama hati kita terus melekat kepada Dia dan kebenaran-Nya, kita akan dapat selalu kuat di dalam Dia (Ef. 6:10). Iblis tidak akan bisa pernah membuat kita menjadi lemah, sebaliknya, kita akan dapat terus mengerjakan kehendak Tuhan dan selalu segar dan perkasa.

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Ef. 6:11)

Kata ‘tipu muslihat’ dalam ayat di atas ditulis dengan kata Yunani “metodia” atau “metode.” Dengan kata lain, segala sesuatu yang iblis akan lakukan untuk menjerat kita sebetulnya sudah dengan mudah dapat kita kenali, karena metode yang ia gunakan dari waktu ke waktu selalu sama. Yang perlu kita lakukan adalah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Kata “perlengkapan senjata Allah” sesungguhnya memiliki arti: pertolongan rohani yang Tuhan sediakan agar kita dapat mengalahkan segala pencobaan dari si jahat.
Dalam Efesus 6 ayat 12, Alkitab berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, dan roh-roh jahat di udara. Dengan kata lain, peperangan kita yang sesungguhnya adalah peperangan yang sifatnya rohani; itu sebabnya kita membutuhkan perlengkapan senjata yang juga bersifat rohani. Namun satu hal yang ingin saya tegaskan, perlengkapan senjata Allah yang sudah disediakan bagi kita dalam ayat 14-17 bukanlah sesuatu yang dapat kita pakai dan kemudian dicopot; perlengkapan senjata Allah yang dimaksud di sini sesungguhnya berbicara tentang gaya hidup. Selama kita membangun gaya hidup tersebut dalam hidup kita, secara ilahi pertolongan Tuhan akan selalu ada atas kita dan kita akan dapat selalu mengalahkan tipu daya iblis.
Berikut ini adalah perlengkapan senjata Allah yang Tuhan sudah sediakan bagi kita:

1. “Berikatpinggangkan kebenaran” (Ef. 6:14a).
Ikat pinggang berbicara tentang sikap hati kita. Ikat pinggang yang ada pada jaman Paulus hidup dapat dipakai seperti dompet dan juga untuk menyimpan sesuatu. Ketika Alkitab berkata “berikatpinggangkan kebenaran”, sesungguhnya Tuhan ingin memastikan bahwa sikap hati kita selalu tertuju kepada kebenaran. Selama hati kita selalu tertuju kepada kebenaran, kita sedang mengenakan ikat pinggang kebenaran.
Karena itu, pastikan kita selalu menyelidiki hati kita, apakah sampai hari ini kobaran api Roh Kudus dalam hidup kita masih terus menggerakkan kita untuk mencari Dia lebih lagi. Jika ternyata selama ini kerinduan kita akan Tuhan mulai sirna, ini waktunya kita mulai membenahi hidup kita. Tanpa kita terus membenahi hidup kita, kita justru akan kehilangan ikat pinggang kebenaran kita.
Ketika hati kita terus tertuju kepada kebenaran, pedang Roh yang adalah firman Tuhan secara otomatis akan datang dalam hidup kita. Kita tidak akan mendapati Tuhan datang dan berbicara dalam hidup kita, menyampaikan isi hati-Nya dan memberikan firman yang tepat kepada kita untuk bisa kita pergunakan dalam peperangan rohani, jika hati kita tidak tertuju kepada Dia. Sebaliknya, ketika hati kita terus tertuju kepada Dia, apapun yang kita alami, kita akan selalu menerima cukup firman yang akan dapat kita pergunakan untuk memenangkan peperangan kita.

2. “Berbajuzirahkan keadilan” (Ef. 6:14b).
Dalam Alkitab bahasa Inggris, kata “keadilan” ditulis sebagai “righteousness” (pembenaran dan integritas). Apapun yang kita rasakan atau orang lain katakan tentang diri kita, ketika Tuhan mulai berbicara secara langsung tentang jati diri dan keberadaan kita, bersama dengan datangnya firman terjadi pula pembenaran. Yang dimaksud dengan pembenaran di sini artinya, Tuhan telah menempatkan kita pada sebuah posisi yang memperkenan hati-Nya. Ketika firman datang, yang dibutuhkan dari kita hanyalah mempercayai firman-Nya.
Pada masa tuanya, Tuhan membawa Abraham keluar dari tendanya dan memperlihatkan bintang-bintang di langit, Ia berfirman, “Seperti banyaknya bintang di langit, demikianlah nanti keturunanmu” dan Alkitab berkata bahwa Abraham percaya. Sejak saat itu juga, Abraham menerima pembenaran dari Tuhan. Hal yang sama akan terus terjadi dalam hidup kita. Selama kita terus mengarahkan hati kita kepada kebenaran-Nya, Tuhan juga akan mulai banyak berbicara kepada kita tentang jati diri dan keberadaan kita, sehingga kita tidak perlu lagi terpengaruh oleh apa yang orang katakan tentang diri kita dan juga oleh apa yang kita sendiri pikirkan tentang diri kita. Karena ketika Tuhan mulai berbicara, apa yang Dia sampaikan sesungguhnya adalah apa yang Dia lihat tentang diri kita; pada waktu itulah kita menerima pembenaran.
Setelah kita dibenarkan oleh firman-Nya, yang kita harus lakukan lebih lanjut untuk memiliki baju zirah keadilan adalah menjagai diri kita tetap melangkah dan hidup sesuai dengan firman-Nya. Dengan demikian integritas akan datang dalam hidup kita – Tuhan pun mulai mempercayai hidup kita. Semakin kita membangun integritas dalam hidup kita, artinya kita sedang terus mengenakan baju zirah keadilan dalam diri kita.

3. “Kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera”
(Ef. 6:15).
Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera berbicara tentang kesiapan dan kestabilan hidup yang dihasilkan oleh kuasa Injil. Ketika kita membuka hidup kita untuk kuasa firman terus bekerja dalam diri kita, kita pun akan mulai menikmati kestabilan hidup. Selama kita terus menikmati kestabilan hidup, artinya di manapun kita berada kita tidak akan mudah terpengaruh oleh keadaan di sekeliling kita.
Tentara-tentara Romawi pada jaman dahulu diberikan kasut agar ketika mereka harus menempuh perjalanan sebelum memasuki peperangan, kaki mereka tidak akan terluka terlebih dahulu. Bahkan, beberapa tentara Romawi menaruh paku-paku tajam pada kasut mereka agar mereka bisa menginjak musuh dan menciptakan luka yang separah mungkin atas musuhnya. Demikian pula tindakan kita untuk terus belajar menghidupi prinsip firman akan membuat kita selalu siap, sehingga kapanpun Tuhan ingin bergerak, Ia bisa dengan leluasa bergerak lewat hidup kita.
Ketika Tuhan memberi perintah kepada Yosua untuk merenungkan firman siang dan malam, firman yang Tuhan maksudkan di sini bukanlah 10 perintah Allah ataupun Taurat Musa, melainkan arahan yang secara spesifik Tuhan berikan kepada Yosua melalui Musa ketika Yosua mengalahkan orang-orang Amalek dalam peperangan (Kel. 17:8-14). Pertanyaannya saat ini: apa yang secara spesifik Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan dalam hidupmu? Selama Anda terus dengan setia dan taat melakukan arahan yang Tuhan berikan kepadamu, Anda akan selalu memiliki kesiapan dan kestabilan hidup.

4. “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Ef. 6:16).
Kita perlu membangun kuasa iman yang mengobarkan pekerjaan Roh dalam hidup kita. Gambaran tentang perisai iman yang dimaksud di sini sebenarnya adalah perisai yang biasa dipergunakan oleh tentara-tentara Romawi untuk melindungi dalam peperangan, yang ukurannya hampir setinggi manusia. Dengan demikian, ketika musuh menyerang dari jarak jauh dengan panah berapi, yang bertujuan untuk menciptakan luka bakar dengan daya rusak yang lebih parah, tentara-tentara Romawi tersebut bisa berlindung sambil terus melangkah maju, bahkan di tengah hebatnya serangan musuh.
Seperti itulah Tuhan menghendaki kita membangun perisai iman dalam hidup kita. Mungkin sekali waktu dalam perjalanan rohani kita, kita mulai mengalami ‘kejenuhan/keengganan rohani’. Yang harus kita lakukan adalah belajar mengaktifkan pekerjaan Roh dengan kuasa iman yang kita miliki.
Beberapa unsur yang dibutuhkan untuk membuat kuasa iman terus bekerja, sehingga pekerjaan Roh dapat terus terjadi dalam hidup kita:
• Yesus yang sudah memulai perjalanan iman kita adalah Yesus yang sama yang akan melanjutkan perjalanan iman kita sampai sempurna (Ibr. 12:2).
• Pengakuan iman yang kita lakukan atas apa yang Yesus firmankan akan membuat terjadinya dinamika Roh yang baru dalam hidup kita (Yoh. 7:38-39).

5. “Dan terimalah ketopong keselamatan” (Ef. 6:17a).
(Dalam hal ini saya tidak lagi membahas tentang pedang Roh, karena pedang Roh kita terima dan secara otomatis akan selalu ada dalam hidup kita ketika kita terus mengarahkan hati kita kepada kebenaran.) Yang dimaksud dengan ketopong keselamatan di sini adalah, kita belajar membangun pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaan Allah. Sekalipun kita mungkin telah melakukan banyak kekeliruan dan perbuatan manusiawi yang membuat kita merasa jauh dari Tuhan, ketika kita terus membangun pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaan Tuhan, kita akan menyadari bahwa Dia adalah Allah yang setia dan Dia tidak akan pernah melepaskan kita. Dengan demikian, kita akan bisa terus melanjutkan perjalanan iman kita. Pada hari-hari yang jahat ini, sekalipun peperangan kita bukan melawan darah dan daging, kita akan tetap bisa berjalan sampai garis akhir dan menyelesaikan kehendak Tuhan.
Karena itu saya mendorong Anda, terus praktekkan kelima prinsip di atas. Pastikan kelima prinsip tersebut mulai terbangun dalam hidupmu. Teruslah melangkah dalam prinsip-prinsip firman dan bangun integritas dalam hidupmu, dan pastikan apapun arahan yang Tuhan beri selalu engkau hidupi, sehingga akan ada kestabilan hidup dalam dirimu. Pastikan kuasa iman selalu mengobarkan pekerjaan Roh, sehingga engkau akan alami, pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaan-Nya akan senantiasa menyertaimu, sehingga apapun yang Tuhan firmankan itulah yang pasti akan terjadi. Inilah waktu yang Tuhan tetapkan untuk lahirnya sekelompok orang percaya yang tidak akan bisa dihentikan oleh apapun juga, dan engkau termasuk dalam kelompok orang percaya tersebut! Engkau akan dapat melakukan dan menyelesaikan kehendak Tuhan tanpa ada yang dapat menghentikanmu. Pergumulan dan masalah akan datang dan pergi, tapi kita akan selalu berkemenangan. Tantangan akan selalu datang dan pergi, tetapi kita akan tetap kuat dan lebih kuat lagi di dalam Dia!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kirimkan kritik dan saran anda