Minggu, 05 Juni 2011

kumpulan khotbah GPdI Agape


Pdt. Johan M.Ev Supit
Amsal 4;18

Hidup kita adalah hidup dalam  berkat, sebab Dia adalah sumber berkat.
Antara kenaikkan Yesus sampai Roh Kudus dicurahkan , murid-murid diperintahkan untuk menunggu

Amsal 4 :18 “ Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar…”
Dengan kata lain kehidupan orang Kristen belum 100 % sempurna, terang kita akan disempurnakan , kita sedang dibawa dalam keutuhan dalam diriNya, kita dibawa oleh Allah dalam pelayanan yang jelas, juga dalam pertumbuhan kerohanian kita harus jelas, sehingga kita dibawa kepada hidup yang diberkati dengan luarbiasa.
Kita harus hidup dalam kepenuhan Allah
2 Korintus. 3:17-18
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Jadi Allah akan membawa kita pada kemuliaan yang satu kepada kemuliaan yang satu. Kita tidak dapat masuk sendiri, seperti musa tidak dapat melihat kemuliaan walaupun dia sudah dipakai Tuhan.
Kemuliaan Tuhan itu bertahap
Contohnya : kita ditempat yang gelap dan tiba-tiba dibawa kepada tempat yang terang, pastinya mata kita / pandangan kita akan kabur karena saraf-saraf kita tidak mampu menyesuaikan intinya Allah bekerja sesuai dengan kehendakNya, Allah member secara bertahap atau dengan kata lain cicil,
Bagaimana jika Allahmemberi keselamatan tanpa bertahap mungkin tidak ada yang akan selamat

2 Korintus. 3:7-8
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!.
Pelayanan musa adalah pelayanan yang luar biasa, pada saat musa mendapat kemuliaan, bangsa Israel tidak mampu melihat wajah musa yang  yang penuh kemuliaan Allah. Begitupun kita jika setiap kita mau pasti kita akan mampu memperolehnya, itu sebabnya banyak hamba Tuhan yang bicara supaya kita dipenuhkan, Allah ingin kita melangkah , itu sebabnya kita dituntut supaya dipenuhkan seperti musa sehingga kita dapat melangkah, kemuliaan Gereja diakhir zaman akan lebih dari kemuliaan pada zaman musa, kemuliaan Gereja Tuhan adalah kemuliaan yang luar biasa, untuk itu kita harus percaya, tidak ada orang yang sanggup menolong, selain kita dengan Allah, seringkali ada penolakan dalam diri kita untuk membenarkan diri sendiri. Kita membenarkan apa yang kita rasa benar untuk membela diri, ukuran yang kita pakai adalah ukuran kita sendiri. Mungkin kita pernah merasa untuk apa kita dipenuhkan nyatanya kita bias mendengar suara Tuhan, kita bias hidup tulus, kita bias berpuasa tetapi semua itu belum cukup
Tanda orang yang dipenuhkan yaitu berbahasa roh.
Jangan kita menaruh opini – opini yang bertentangan dengan Allah  dalam pikiran kita, hanya melihat kekurangan orang lain, sehingga banyak yang berkata mengapa susah untuk dipenuhkan, walaupun kita sudah setia, berdoa siang dan malam, berpuasa, baca Firman Allah, seringkali dikatakan supaya kita beri hati tapi kurang apa ?
Allah akan melakukan hal-hal yang baru, tetapi banyak orang Kristen sudah merasa cukup dengan apa yang ada, merasa cukup dengan kerohaniannya.
Contohnya : dikasih Rumah mewah
Selama rumah itu dikasih dan selama kita tidak mempergunakan kunci apa gunanya, kita tidak merasa bagimana hidup dirumah mewah, hanya merasa cukup sudah mempunyai rumah mewah tapi tidak menggunakannya.
Dalam kerohanian kitapun bagitu seringkali kita bicara pada orang lain  tentang kedahsyatan Tuhan, tentang mujizat Tuhan , bagaimana Allah melawat orang dengan luarbiasa tetapi pada kenyataannya kita tidak menikmati dan merasakan apa yang kita katakana pada orang lain. Kita hanya cukup kenal siapa Tuhan tapi tidak merasakan/ manikmati.
Seperti halnya ratu bersyeba dia tidak merasa cukup dengan apa yang didengarnya tentang raja salomo, tapi dia pergi berkunjung dan turut melihat dan menikmati sehingga dia terkagum.

Kisah para rasul. 15:8-9
Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
Roh Kudus diberikan kepada siapa saja tidak mengenal orang yang baru bertobat ataupun orang yang sudah lama bertobat, Allah sanggup memberikan RohNya kepada siapapun, jangan merasa tertolak jika belum dipenuhkan

Roma. 7:13-21
Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

Daging cenderung menguasai, sehingga paulus menjelaskan dalam hidup kita ada 2 benih : benih  dari si jahat dan benih dari Anak Allah, sejak kejatuhan manusia dalam dosa manusia cenderung memproduksi kejahatan / dosa.
Tetapi walaupun demikian kita telah ditebus oleh darah Anak domba Allah, supaya kita hidup dalam kelimpahan kemuliaan Allah, bagaimana caranya yaitu dengan mengisi air hidup / Firman Allah, Firman Kebenaran setiap hari, sebab jika hati kita panuh dengan Firman kebenaran itu maka kita akan dikontrol oleh Allah.
Kesimpulannya jangan pernah kehilangan kasih mula-mula, karena kasih mula-mula tidak memandang kesalahan/kekurangan orang lain, tidak memandang gereja dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kirimkan kritik dan saran anda