Senin, 03 November 2014

“Mempersembahkan Syukur Kepada Tuhan” oleh : Pdt DR (HC) Femmy. M S. Sanger, S.Th



Hari                     : Minggu, 01 January 2012
Oleh                    : Pdt DR (HC) Femmy. M S. Sanger, S.Th
Ayat pokok         : Mazmur 50 : 14-15
Thema                 : “Mempersembahkan Syukur Kepada Tuhan”

Persembahkanlah Syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada yang maha tinggi! Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku”.
Mempersembahkan syukur adalah hal yang sangat luar biasa yang harus di lakukan oleh orang-orang percaya. Karena hal mempersembahkan syukur adalah suatu hal yang bisa membawa kita pada level / tingkat berkat yang lebih tinggi lagi.
Kalau persembahan menurut bangsa Israel sangat identik dengan ibadah, di mana ibadah adalah hal yang harus di lakukan oleh bangsa Israel karena itulah bentuk persembahan  mereka kepada Allah mereka.
Persembahan syukur adalah hal yang harus di lakukan dengan sepenuh hati, karena persembahan syukur adalah cara kita berterima kasih untuk apa yang Dia bri dalam hidup kita, untuk itu kita yang mengaku sebagai sebagai orang yang percaya harus terus mempersembahkan syukur kita karena kebaikan yang terus Dia bri dalam hidup kita.
Ketika kita membawa kolekte atau persepuluhan kita, itu haruslah benar-benar dari hati kita yang paling dalam, sehingga persembahan kita itu bisa berkenan kepadaNya, karena ketika kerinduan kita untuk memberi persembahan kepada Tuhan dengan tulus maka alkitab mencatat Dia akan trus memberkati hidup kita bahkan apa yang kita perlukan Dia akan selalu sediakan.
Kejujuran kita,hati yang murni dan keiklasan sangat-sangat di perlukan ketika kita mau memberi untuk persembahan syukur kepada kepada Tuhan, karena tanpa Kejujuran, hati yang murni dan keiklasan maka semua persembahan kita itu akan sia-sia dan tidak akan di terima olehNya.
Kita bisa belajar dari pribadi yang di catat di dalam alkitab yaitu Hana, ketulusan bahkan kesetiaan hatinya yang begitu mendalam kepada Tuhan yang membuat dia menikmati berkat Tuhan yang besar.
Ketika Hana tidak mendapatkan pertolongan dari orang lain, tidak mendapatkan pertolongan dari sekelilingnya, dia tidak kecewa, tapi satu hal yang dia trus lakukan yaitu bergumul kepada Tuhan. Hana trus menaikkan doa-doanya kepada Tuhan, sehingga akhirnya berkat di balik pergumulan yang dia alami itu bisa di nikmati olehnya. Ketika Hana terus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan maka Allah akhirnya mendengar dan menjawab doanya
Ada begitu banyak Anak-anak Tuhan yang setia memberi untuk pekerjaan Tuhan, setia dalam beribadah tetapi yang mereka alami adalah seperti apa yang di catat dalam kitab Hosea 4 : 6a :” Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah;. Yang artinya setiap kali kita melakukan kita melakukan dengan tidak segenap hati, kita beribadah, kita berdoa tapi itu hanyalah rutinitas kita saja, kita tidak ada dalam kesu8ngguhan kita untuk beribadah dan berdoa, dan akhirnya membuat berkat Tuhan itu jauh dari hidup kita.
Kita harus belajar mengucap syukur dengan segenap hati kita dan kita belajar untuk membayar nazar yang sudah kita naikkan kepada Tuhan, nazar itu adalah hal yang harus kita bayar kepada Tuhan. Karena ketika kita telah bernazar dan kita bisa membayar nazar kita kepada Tuhan maka ketika kita berseruh kepada Tuhan maka Alkitab mencatat Dia akan mendengarkan kita dan akan menolong kita dari setiap masalah yang kita hadapi.
Di dalam Yesaya 60 : 1 :”Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, sebab kemuliaan Tuhan terbit atasmu”.
Alkitab mencatat bahwa kita harus bangkit dan menjadi terang bagi dunia ini, karena inilah kerinduan Tuhan dalam setiap hidup kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan, Allah sangat ingin bekerja sama dengan kita semua sebagai Anak-anakNya, ketika Allah mencurahkan berkat dan kita tidak siap maka berkat itu tidak akan tersalur dengan baik.  Tapi ketika Allah mencurahkan berkatNya dan kita siap, maka berkat itu akan kita terima dengan sempurna dan berkat itu akan mengalir dalam hidup kita semua.
Hubungan dan kerjasama yang baik antara kita dengan Tuhan sangat di butuhkan karena dari situlah kita bisa melihat berkat itu menjadi bagian kita orang-orang yang percaya.
Kalau kita ada sampai saat ini, kalau kita bisa bernafas, bisa berjalan dan bisa beribadah itu semua karena kebaikkan Tuhan dalam hidup kita, dan itu berarti kita harus naikkan syukur kita kepada Tuhan atau dengan kata lain kita harus beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati kita dan dengan mengasihi Dia, sehingga Allah terus hadir dalam hidup kita, karena ketika kita mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh itu juga berarti kita telah menghormati Dia sebagai juru slamat kita yang hidup.
Sebagai Anak-anak Tuhan sikap saling mengasihi di dalam keluarga Kristen kita itu harus kita tanamkan, karena kita harus bisa mempraktekkan sikap saling mengasihi itu dalam hidup kita bahkan keluarga kita, sehingga orang lain bisa melihat bahwa hidup di dalam Tuhan itu adalah hidup yang saling mengasihi antara sesama kita bahkan terlebih kepada Tuhan.
Di dalam kitab 1 Petrus 3 : 7 :” Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yamg lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya Doamu jangan terhalang”.
Alkitab mencatat bahwa dalam keluarga Kristen antara suami dan istri bahkan anak-anak harus bisa saling mengasihi dan harus bisa mengasihi dengan sepenuh hati, ehingga berkat Tuhan itu tidak terhalang untuk mengalir dalam kehidupan kita semua.
Di akhir zaman ini Alkitab mencatat adalah hari-hari yang jahat, aka nada kesukaran-kesukaran yang lebih lagi yang akan kita hadapi sebagai orang yang percaya, tapi kalau kita mau mempersembahkan syukur kita kepada Tuhan dengan segenap hati kita maka di balik kesukaran-kesukaran yang kita hadapi Allah akan tetap ada dalam pribadi kita untuk menolong kita bahkan memberikan kita kekuatan dan kemampuan untuk kita terus melangkah dan kita harus tetap percaya akan janji Allah itu karena Dia tidak akan pernah untuk tidak menepati janji-janjiNya kepada kita semua sebagai Anak-anakNya, asalkan kita terus mempunyai pengharapan di dalam Dia dan tetap hidup di dalam jalan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kirimkan kritik dan saran anda